Sungai Rengas – Di sebuah sudut Desa Sungai Rengas, tepatnya di wilayah perbatasan dengan Desa Sungai Berembang, hidup seorang pemuda desa yang memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa Indonesia. Bagi sebagian orang, ia hanyalah seorang aktivis kampung. Namun baginya, membangun Indonesia dapat dimulai dari desa.
Syafarahman, C.IJ., C.PW., C.PS., C.ILJ., aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan. Ia dikenal sebagai sosok yang kerap menyampaikan kritik terhadap pemerintah apabila dinilai keliru, namun juga memberikan dukungan ketika kebijakan dianggap berpihak kepada kepentingan rakyat.
Menurutnya, kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah menjalankan perubahan besar yang bertujuan memperkuat fondasi bangsa, mulai dari pendidikan, ketahanan pangan, hingga ekonomi kerakyatan.
“Saya mungkin bukan orang yang berpendidikan tinggi, tetapi dalam menyampaikan pendapat kita harus menggunakan akal sehat, data, dan fakta di lapangan,” ujarnya.
Ia menilai Program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis untuk melahirkan generasi yang memiliki semangat patriotisme, bela negara, disiplin, serta karakter antikorupsi.
Selain itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia sekolah akan meningkatkan kualitas generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.
Di bidang ekonomi, Syafarahman menilai pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) merupakan instrumen penting dalam memperkuat ekonomi rakyat. Ia berpendapat koperasi tersebut dapat mengurangi ketergantungan petani, nelayan, dan penambang rakyat terhadap tengkulak maupun praktik rentenir sehingga masyarakat desa memiliki kemandirian ekonomi.
Ia juga berpendapat bahwa pemerintah sedang berupaya memperkuat penegakan hukum terhadap praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Dalam pandangannya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan pemerintahan yang lebih bersih.
Sebagai rakyat kecil, ia menyatakan dukungannya terhadap kebijakan yang menurutnya berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
> “Daripada mati tertindas, lebih baik melawan demi masa depan anak cucu kita dan demi Indonesia Emas 2045.”
Mengenai berbagai aksi demonstrasi yang mengkritik pemerintah, Syafarahman menilai sebagian tuntutan perlu dikaji berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Ia mempertanyakan sejumlah tuntutan seperti penghentian Program MBG maupun pembubaran KDMP karena menurutnya kedua program tersebut justru dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa apabila ditemukan penyimpangan atau tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan suatu program, maka yang harus diproses secara hukum adalah oknum yang melakukan pelanggaran, bukan serta-merta menghentikan keseluruhan program yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat.
Terkait kritik terhadap pemerintah, Syafarahman juga menyampaikan dugaan pribadinya bahwa sebagian pihak mungkin memiliki kepentingan politik atau ekonomi tertentu. Pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi dan belum tentu mencerminkan fakta yang telah terbukti.
Di akhir pernyataannya, ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal jalannya pemerintahan selama kebijakan yang diambil dinilai berpihak kepada rakyat.
“Sebagai anak desa, saya akan tetap mengawal setiap kebijakan yang membawa manfaat bagi masyarakat, demi terwujudnya Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.”













