Pontianak, Kalimantan Barat (updatekalbar.top) – Dalam sebuah momen yang akan tercatat abadi dalam sejarah politik Indonesia, Musyawarah Nasional (Munas) pertama Partai Berkarya secara bulat dan tanpa keraguan menetapkan Moch. Ridwan Andreas sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Berkarya. Proses aklamasi yang berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dan kesepahaman ini menjadi simbol kuat soliditas dan kesatuan arah partai menuju masa depan.
Ridwan Andreas, sosok muda yang dikenal visioner, tampil tak terbantahkan sebagai pilihan tunggal seluruh peserta Munas. Dukungan penuh dari seluruh perwakilan daerah membuktikan bahwa kepemimpinan Ridwan bukan sekadar hasil politik, tetapi lahir dari konsensus moral dan kepercayaan kolektif para kader partai.
Yang menjadikan momen ini semakin bermakna adalah kehadiran langsung Ketua DPW Dr.Evi Indrawati dan Sekretaris Jenderal Eddy Haryadi DPW Partai Berkarya Kalimantan Barat, yang mendampingi Ridwan Andreas saat pengukuhan. Kalimantan Barat pun tercatat sebagai daerah yang memainkan peran penting dalam peneguhan arah baru partai, menjadikannya episentrum politik baru dalam tubuh Partai Berkarya.
Dalam pidatonya usai ditetapkan, Ridwan Andreas menyampaikan pesan yang menggema:
“Hari ini kita tidak hanya menetapkan kepemimpinan, kita menetapkan arah. Partai Berkarya akan berdiri tegak di tengah rakyat, bekerja nyata untuk Indonesia, dari Kalbar ke seluruh Nusantara”.
Munas pertama ini bukan hanya forum organisasi—ini adalah panggung sejarah. Partai Berkarya menegaskan eksistensinya sebagai kekuatan politik yang siap menatap masa depan, dengan Ridwan Andreas sebagai nakhoda yang diyakini mampu membawa kapal besar ini melintasi gelombang zaman.
Munas Pertama Partai Berkarya: Ridwan Andreas Ditetapkan Sebagai Ketua Umum Secara Aklamasi — Tonggak Sejarah Politik yang Tak Terbantahkan
Pontianak, Kalimantan Barat – Dalam sebuah momen yang akan tercatat abadi dalam sejarah politik Indonesia, Musyawarah Nasional (Munas) pertama Partai Berkarya secara bulat dan tanpa keraguan menetapkan Moch. Ridwan Andreas sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Berkarya. Proses aklamasi yang berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dan kesepahaman ini menjadi simbol kuat soliditas dan kesatuan arah partai menuju masa depan.
Ridwan Andreas, sosok muda yang dikenal visioner, tampil tak terbantahkan sebagai pilihan tunggal seluruh peserta Munas. Dukungan penuh dari seluruh perwakilan daerah membuktikan bahwa kepemimpinan Ridwan bukan sekadar hasil politik, tetapi lahir dari konsensus moral dan kepercayaan kolektif para kader partai.
Yang menjadikan momen ini semakin bermakna adalah kehadiran langsung Ketua DPW Dr.Evi Indrawati dan Sekretaris Jenderal Eddy Haryadi DPW Partai Berkarya Kalimantan Barat, yang mendampingi Ridwan Andreas saat pengukuhan. Kalimantan Barat pun tercatat sebagai daerah yang memainkan peran penting dalam peneguhan arah baru partai, menjadikannya episentrum politik baru dalam tubuh Partai Berkarya.
Dalam pidatonya usai ditetapkan, Ridwan Andreas menyampaikan pesan yang menggema:
“Hari ini kita tidak hanya menetapkan kepemimpinan, kita menetapkan arah. Partai Berkarya akan berdiri tegak di tengah rakyat, bekerja nyata untuk Indonesia, dari Kalbar ke seluruh Nusantara.”
Munas pertama ini bukan hanya forum organisasi—ini adalah panggung sejarah. Partai Berkarya menegaskan eksistensinya sebagai kekuatan politik yang siap menatap masa depan, dengan Ridwan Andreas sebagai nakhoda yang diyakini mampu membawa kapal besar ini melintasi gelombang zaman.
Team redaksi: updatekalbar.too









