Pontianak (UpdateKalbar.top) – Antrean kendaraan yang sangat panjang diberbagai daerah di Kalimantan Barat disebabkan kepanikan masyarakat awam, akan berita yang beredar dan salah artikan oleh masyarakat. 20/03/2026.
Ketua Umum Lumbung Informasi Masyarakat (Syafarahman) “masyarakat butuh solusi dan informasi yang jelas dan akurat terkait isu keterbatasan Stok BBM di NKRI ini.
Pernyataan Mentri ESDM Bapak Bahlil Lahadalia Yang disalah artikan oleh masyarakat awam sehingga terjadi kepanikan akan stok BBM.
Masyarakat awam mendengar Stok BBM hanya 25 har, dan langsung menyimpulkan bahwa setelah 25 hari kedepan BBM sudah tidak bisa ditemukan. padahal informasi tersebut hanya sepenggal dan langsung dilempar ke masyarakat awam dan menimbulkan kepanikan luar biasa.
Stok BBM 25 kedepan itu berarti sudah jauh lebih dari kata aman karna Sebelum nya Stok BBM Nasional hanya untuk 21 hari, jika dikonversi maka sebenarnya stok BBM melimpah bahkan lebih dari 4 hari pemakaian normal.
Jika informasi ini di sebar secara utuh pasti tidak akan timbul kepanikan yang luar biasa, bahwasanya selama ini stok BBM pemerintah hanya durasi 21 hari, dan setiap beberapa hari minyak masuk satu kapal tangker itu bisa untuk sekian hari secara nasional.
Kepanikan masyarakat bertambah karna tidak ada kios pengecer yang biasa menjual di pinggir jalan, sehingga pengisian terpusat di SPBU.
Solusi terbaik adalah pemerintah memberikan kemudahan terhadap kios kios kecil untuk dapat kembali berdagang , namun harus di kontrol dan tidak boleh menjual ECER di atas 12.000.
Langkah ini bertujuan untuk memecah konsentrasi masyarakat dari harus ke SPBU lebih efektif ke kios tanpa perlu berdesak desakan dan berjam jam di SPBU tutup nya.
Sumber : Syafarahman – Ketum LIMAS
Team Redaksi : UpdateKalbar.top









