Pontianak (UpdateKalbar.top) – Minggu 23/03/2026 Pemerintah, Forkopimda dan PT. Pertamina Persero wujudkan komitmennya dalam mengatasi masalah BBM yang digoreng oleh oknum oknum yang ingin membuat negara goyang.
Isu BBM yang menipis stoknya sehingga menyebabkan kepanikan yang mendalam dikalangan masyarakat awam, Panic Buying, menyebabkan antrian yang mengular di berbagai titik di Kalimantan Barat.
Masyarakat awam sangat rentan akan isu dan propaganda ditambah lagi media media sosial yang membangun narasi negatif sehingga membuat kepanikan yang luar biasa dikalangan masyarakat awam.
Hari ini (Minggu, 22 Maret 2026) terpantau oleh media diberbagai SPBU yang dua hari berturut-turut ramai pengantri kini lengang dan tampak jauh lebih longgar dari hari hari biasanya.
Sepinya SPBU hari ini disebabkan semua masyarakat yang kemaren dua hari berturut-turut mengantri dan menyetok minyak antriannya sehingga sebagian besar masyarakat sudah tidak lagi mendatangi SPBU terkecuali mereka yang tidak terpengaruh ISU dan Propaganda dari Oknum Oknum yang tak bertanggung jawab.
Syafarahman, Ketua Umum Lumbung Informasi Masyarakat mengucapkan terimakasih kepada seluruh stakeholder yang telah menjaga pasokan dan stabilitas BBM sehingga kembali normal tanpa antrian yang mengular.
“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada management SPBU yang mengerahkan seluruh kemampuan nya dan melayani hingga 24 jam. Terimakasih juga kami ucapkan kepada seluruh relawan yang ikut menjaga keamanan di SPBU bekerjasama dengan TNI dan Polri dalam penyaluran BBM dengan aman dan tertib.”, ucap Syafar.
“Saya Juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing akan informasi yang menyesatkan, cek dulu akurasi suatu berita agar tidak terjadi hal hal yang tak di inginkan.”, tutupnya
Sumber : Syafarahman – Ketum LIMAS
Team Redaksi: UpdateKalbar.top









