Pontianak – Kalbar (UpdateKalbar.top) : Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program Astacita Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang sangat fenomenal dan didukung anggaran yang sangat fantastis.
Program yang sangat baik dan sangat bermanfaat bukan hanya pada penerima manfaat namun juga berdampak positif bagi petani dan pembudidaya yang menyediakan bahan baku dari program Makan Bergizi Gratis tersebut.
Namun jika pada bulan suci Ramadhan dimana rakyat Indonesia mayoritas atau 80% beragama Islam yang seyogyanya negara ikut hadir menjaga kekhususan ummat Islam dalam beribadah bukan sebaliknya memberikan Makanan Bergizi tersebut. sehingga dipandang tidak elok dan terkesan menentang ummat Islam agar anak anaknya tidak berpuasa.
DPP Limas menyoroti tajam akan disalurkan nya Makanan Bergizi Gratis tersebut pada bulan suci Ramadhan, dimana MBG tersebut bukan berdampak baik melainkan akan menimbulkan beberapa persoalan baru antara lain, apa bila Makan tersebut dibagikan pada siang hari maka akan menyebabkan anak anak untuk tidak berpuasa, dan apa bila makanan tersebut dibagikan untuk buka puasa apakah tidak mengalami kerusakan atau ke basi an.
Ada yang aneh jika program MBG dipaksakan pada bulan suci Ramadhan ini, apakah ada unsur niatan lain sehingga kami dari Lumbung Informasi Masyarakat menaruh benih curiga kepada pihak dapur atau pihak penyedia MBG ini apakah karna ada anggaran yang di mainkan selama ini, sehingga terkesan dan seolah olah MBG wajib disalurkan setiap hari walaupun itu pada bulan puasa.
Apakah pihak yayasan lebih mengejar selisih harga barang yang untuk disajikan dalam food tray, karna dari beberapa sekolah kami temukan isi yang ada didalam food tray sangat jauh dari kata bergizi, dan kami duga kuat ada unsur Korupsi di dalam penyaluran MBG tersebut, beberapa sekolah ditemukan isi yang ada didalam food tray tersebut tidak lebih dari Rp 8.000.
Jika kita kalkulasikan total penerima manfaat satu dapur saat ini ada 3.000 murid jika dikalikan 2.000 maka perhari ada Rp. 6.000.000 yang kami duga itu dikorupsi.
Rp. 6.000.000 memang angka yang tidak besar namun jika dikalikan satu bulan sekolah ada 25 hari maka jumlah yang dikorupsi per bulan mencapai Rp.150.000.000 yang artinya jika satu tahun akan terjadi korupsi dana MBG senilai 1,8 Milyar.
Semoga Bapak Presiden bisa mengkaji ulang dapur dapur yang diduga melakukan korupsi, Kami dari Kelembagaan akan ikut serta dalam mencari dan menyajikan fakta dapur dapur mana saja yang berpotensi melakukan kecurangan dalam penyajian MBG.
Team Redaksi: UpdateKalbar.top









